LITERASI, PERILAKU, DAN MANAJEMEN KEUANGAN TERHADAP KEBIASAAN BERBELANJA DAN UTANG BERLEBIHAN
Kata Kunci:
Financial Literacy, Financial Behavior, Financial Management On Overspending, Excessive DebtAbstrak
Penelitian ini menganalisis dampak literasi keuangan, perilaku keuangan, dan manajemen keuangan terhadap kebiasaan berbelanja dan utang berlebihan pada dewasa muda di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan studi literatur dan analisis data sekunder, penelitian ini mensintesis temuan dari berbagai jurnal ilmiah, buku, serta laporan survei nasional dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan yang rendah, perilaku keuangan yang impulsif, dan manajemen keuangan yang tidak efektif secara signifikan berkontribusi pada pola berbelanja konsumtif dan akumulasi utang yang berlebihan di kalangan dewasa muda. Faktor psikologis seperti ekspektasi yang tidak realistis dan tekanan sosial memperburuk masalah ini, diperparah oleh kemudahan transaksi digital. Perbandingan dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura menyoroti tantangan serupa terkait literasi keuangan dan beban utang. Studi ini menggarisbawahi urgensi intervensi edukasi keuangan yang komprehensif untuk meningkatkan kesejahteraan finansial dewasa muda di Indonesia.
Keyword : Financial Literacy, Financial Behavior, Financial Management On Overspending, Excessive Debt
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0) yang memungkinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas kepenulisan dan publikasi awal karya tersebut dalam jurnal ini.
Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (See The Effect of Open Access).

