Efektivitas Visualisasi Data Akuntansi di Media Sosial: Studi Literasi Keuangan melalui Perspektif Komunikasi Visual
Kata Kunci:
Akuntansi Visual, Literasi Keuangan, Beban Kognitif, Media Sosial, InfografisAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas visualisasi data akuntansi melalui infografis di media sosial dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat dibandingkan dengan laporan naratif konvensional. Menggunakan metode studi kepustakaan (library research), penelitian ini menyintesis berbagai temuan penelitian terdahulu dengan pendekatan psikologi kognitif dan teori manajemen impresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infografis secara signifikan lebih unggul dalam mempercepat akselerasi insight kognitif karena mampu mereduksi beban kognitif eksternal (extraneous cognitive load) yang sering ditimbulkan oleh teks naratif yang kompleks. Penelitian ini juga menemukan bahwa visualisasi data dapat memitigasi strategi obfuskasi informasi yang sering digunakan dalam laporan tahunan tradisional. Kesimpulannya, transformasi pelaporan keuangan menuju format visual merupakan instrumen krusial dalam demokratisasi informasi keuangan di era digital. Regulator disarankan untuk segera menetapkan standar etika visualisasi data guna menjaga integritas informasi akuntansi di ruang publik.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0) yang memungkinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas kepenulisan dan publikasi awal karya tersebut dalam jurnal ini.
Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (See The Effect of Open Access).

